Monthly Archives: April 2016

Imbas Jogja International Furniture and Craft fair Indonesia (Jiffina) 2016 Untuk Indonesia

DSC_3033

Jogjakarta sebagai kota sejuta julukan memang sepantasnya mendapatkan kehormatan untuk menyelelenggarakan perhelatan besar seperti Jogja International Furniture and Craft fair Indonesia (Jiffina) yang beberapa minggu lalu telah digelar.Seperti kata Ketua Organizing Commitee Jiffina 2016, Endro Wardoyo “DIY tetap dinilai masih menjadi titik tengah poros potensi industri mebel dan kerajinan di Jawa dan Bali. Dengan berbagai keunggulan seperti lokasi berada di tengah sehingga mudah dijangkau dan ragam produk bervariasi, DIY punya kekuatan untuk menggaet buyer luar negeri secara besar,” .

Pameran yang mengundang buyers dari Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika ini akan diikuti 160 sellers dari perusahaan kecil, menengah, dan besar. DIY mempunyai beraneka ragam produk kerajinan, mebel dan furniture yang komplit dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Dalam ajang pameran internasional MEA ini, akan diutamakan transaksi order dalam jumlah besar, bukan retail. Harapannya, agar potensi nilai transaksinya cenderung bisa lebih besar dan bisa berlangsung dalam beberapa kali pengiriman barang.

DSC_2425Diharapkan setelah Jiffina 2016 ini dapat meningkatkan daya kreatifitas dan perkembangan ekonomi kerakyatan secara signifikan, sehingga khususnya Jogja dan umumnya Indonesia menjadi pelopor furniture dan craft yang berkualitas dan dapat menganngkat Indonesia dimata dunia.

Jogja International Furniture and Craft fair Indonesia (Jiffina) 2016

Forum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Jawa dan Bali untuk pertama kalinya telah menggelar hajatan besar songsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Perhelatan yang mendatangkan 2.500 buyers asal lima benua tersebut bertajuk Jogja International Furniture and Craft fair Indonesia (Jiffina) 2016 di Jogja Expo Center telah diselenggarakan kemarin tanggal 13 hingga 16 Maret 2016.

“DIY tetap dinilai masih menjadi titik tengah poros potensi industri mebel dan kerajinan di Jawa dan Bali. Dengan berbagai keunggulan seperti lokasi berada di tengah sehingga mudah dijangkau dan ragam produk bervariasi, DIY punya kekuatan untuk menggaet buyer luar negeri secara besar,” ujar Ketua Organizing Commitee Jiffina 2016, Endro Wardoyo yang mengungkapkan alasan DIY dipilih sebagai tuan rumah.DSC_2356

Endro menyampaikan pameran yang mengundang buyers dari Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika ini akan diikuti 160 sellers dari perusahaan kecil, menengah, dan besar. DIY mempunyai beraneka ragam produk kerajinan, mebel dan furniture yang komplit dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Dalam ajang pameran internasional MEA ini, akan diutamakan transaksi order dalam jumlah besar, bukan retail. Harapannya, agar potensi nilai transaksinya cenderung bisa lebih besar dan bisa berlangsung dalam beberapa kali pengiriman barang.

“Beberapa buyers yang akan hadir sudah rutin melakukan order dari pengrajin Indonesia, jadi kita harapkan nilai ekspor barang juga semakin meningkat. Paling tidak bisa sekali pengiriman barang dalam 1 kontainer jenis 20 High Cube senilai 20 ribu hingga 24 ribu USD,” ungkap Endro.

Wakil Ketua Asmindo DIY ini menuturkan sejumlah produk unggulan siap ditampilkan dalam pameran ini, baik jenis furniture maupun kerajinan. Kebanyakan merupakan barang fungsional seperti lemari, meja dan kursi, kabinet, lampu, patung, gerabah, hingga home interior.

Telp Sekarang